Jumat, 07 Maret 2014

kependidikan_rangkuman buku_universitas terbuka


PENDAHULUAN

            Pembahasan makalah yang ditinjau dari  judul buku “PENDIDIDKAN SENI RUPA /KERAJINAN TANGAN” sebenarnya diperuntukan oleh seorang pendidik. Dapat di lihat dari judul buku dengan kata pendidikan didepanya, jika di tinjau dari isi buku modul dengan judul tersebut isinya mengenai dasar pendidikan yang berhubungan dengan seni rupadan seni lain tetapi di ringkas dengan umum. Ringkasan buku yang di jadikan makalah ini menggunakan bahasa yang baik sehinga mudah di pelajari oleh siapapun karena bahasanya yang tidak terlalu berat dan berlebihan jika di banding buku yang lain.
            Rangkuman buku “PENDIDIDKAN SENI RUPA/KERAJINAN TANGAN” berisi modul yang mudah di pahami dengan beberapa bagan yang dapat mempermudah untuk belajar mengajar seorang pendidik. Rangkuman dari  modul ini mengkaji tentang pembelajaran seni rupa sehingga bermakana untuk siswa, dengan cara pengajar menuntun siswa belajar aktif melalui pengamatan, interpretasi dan eksperimen.hal yang palingmendasari buku tersebut adalah konsep pendidikan kesenian yang benar. Padamodul kedua buku tersebut lebih mengisikan tentang dasar seni rupa baik dari fungsi, jenis, karakteristik.


DAFTAR ISI

PENDAHULUAN
DAFTAR ISI
PEMBAHASAN       
MODUL 1:
 PEMAHAMAN SENI DAN PENDIDIKAN KESENIAN DI SEKOLAH DASAR
·         Konsep Seni Secara Utuh
·         Fungsi Seni di Sekolah Dasar
·         Konsep Pendidikan Seni di Sekolah Dasar


MODUL 2:
SENI RUPA DAN KARAKTERISTIK SENI RUPA ANAK
·         Konsep Seni Rupa
·         Karakteristik Seni Rupa Anak
·         Karakteristik Seni Rupa Sekolah Dasar

DAFTAR PUSTAKA


MODUL 1:
 PEMAHAMAN SENI DAN PENDIDIKAN KESENIAN DI SEKOLAH DASAR

            Modul ini merupakan modul pertama dari serangkaian modul (Buku ) Pendidikan Seni Rupa/Kerajinan Tangan, modul yang merupakan dasar pengetahuan bagi guru kesenian/pengajar kesenian. Pembelajaran kesenian dapat terwujud bila pembelajaran bermakna bagi siswa, yaitu dengan cara siswa dituntut aktif mencari fakta, gejala, maupun konsep secara induktif melalui pengamatan, interpretasi eksperimen. Hal yang perlu di pahami adalah konsep pendidikan kesenian yang benar. Modul ini mengkaji fungsi seni secara utuh di Sekolah Dasar.

KONSEP SENI SECARA UTUH
·         Konsep Seni Secara Utuh
                        Sifat seni terbuka dan memiliki kemungkinan berubah-ubah, seni adalah hasil/proses kerja, gagasan manusia yang melibatkan kemampuan kreatif, intuitif kepekaan indera, hati dan pikir untuk menciptakan sesuatu yang indah dan selaras. Seni membutuhkan  keterampilan khusus dalam melaksanakan prosedur, prinsip dalam warna, bentuk, suara ataupun yang lainya. Seni adalah estetika/keindahan. Pengetahuan tentang warna merupakan dasar mengembankan kemampuan matra apresiasi dan faktor manusia berpengaruh terhadap karya cipta seni. Beberapa aspek seni antara lain:
Ø Matra pengetahuan, adalah dasar pengembangan kemampuan seni lain pada matra aprsiasi, keterampilan, kreatifitas.
Ø Matra apresiasi, berkaitan dengan kepekaan serta kemampuan seseorang dalam melakukan penghayatan dan penilaian terhadap proses karya seni/ penciptaan seni. Matra apresiasi di perlukan untuk melatih kepekaan dan kemampuan menghayati seni.
Ø Matra keterampilan, merupakan bagian dari kegiatan berkarya seni. Matra ini berkenaan dengan kemampuan seseorang dalam mengolah media untuk berkarya/ mewujudkan gagasan dalam karya seni.
Ø Matra kreatifitas, matra ini juga merupakan bagian dari kegiatan berkarya seni. Menurut lowenfeld yang di kutip oleh baret, kreatifitas adalah kemampun seseorang dalam;
-          Kepekaan mengamati dengan indera
-          Kelancaran mengeluarkan berbagai alternatif pemecahan masalah
-          Keluwesan melihat/memandang suatu masalah, serta kemungkinan menjawaban pemecahan masalah
-          Kemampuan merespon
-          Keunikan mengungkapkan gagasan dalam cipta seni
-          Kemampuan mengabstrakkan hal dengan sifat umum
-          Kemampuan memadukan/kombinasi unsur
-          Kemampuan menata unsur kedalam tatanan yang laras
Ø Matra substansial yang terakhir dalam seni adalah kreatifitas daya cipta

Seni terbagi menjadi beberapa yaitu:
§  Seni rupa, seni yang aktifitas menciptaanya memerlukan koordinasi dari mata dan tangan. Menurut fungsinya terbagi atas 2, seni murni dan seni terapan. Seni murni dalam penciptaanya lebih mengutamakanemosi, gagasan sebagai pelengkap estetis. Seni terapan penciptaanya di tujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
§  Seni musik, terkadang musik merupakan instrumentalia, yang di ungkap melalui paduan bunyi satu alat musik atau lebih. Seni musik vokal/instrumen sangat digemari anak melalui paduan aktifitas musik akan melatih kepekaan pendengaran, emosi, kreatifitas dan keterampilan mengelola suara dan alat musik sederhana.
§  Seni tari, manusia hidup identik dengan gerak-gerak yang di tata secara selaras dan mengungkapkan emosi dan gagasan kreatif disebut tarian. Tubuh di gunakan sebagai media untuk mengungkapkan perasaan imajinasi, gagasan, penguat ekspresi dari gagasan yang sering di gunakan seni musik dan seni rupa sebagai pendukungnya. Tarian yang di senangi anak adalah tarian yang ekspresi geraknya bebas, kegiatan menari anak lebih condong pada kegiatan mengungkapkan emosi, imajinasi dan kreatifitas.
§  Seni drama, pada seni ini anak di tekankan untuk mengembangkan kemampuan bermain peran, serta mengelola imajinasi, perasaan, kreatifitas, dan kemampuan berbahasa tubuh maupun verbal. Untuk anak lebih efektif jika langsung mengungkapkan peran tokoh/peristiwa dari pada hanya mendengar dan membaca naskah.


FUNGSI SENI di SEKOLAH DASAR

·         Fungsi Seni di Sekolah Dasar
                        Seni memiliki manfaat yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung maupun tidak langsung oleh anak. Peran yang langsung terasa manfaatnya adalah sebagai media berekspresi, berkomunikasi, bermain/bereksplorasi. Secara tidak langsung anak akan memperoleh manfaat melalui pendidikan pengembangan kemampuan dasar.
Manfaat yang langsung dapat diterima anak, antara lain:
a.       Media ekspresi diri: ungkapan anak yang datang dari dalam dirinya yang berkaitan dengan emosi, imajinasi dan keinginan anak tanpa memperhatikan orang lain mengerti atau tidak. Ungkapan ini bisa berupa suara/bunyi, maupun gerak.
b.      Media komunikasi, dengan unsur-unsur komunikasi yaitu;
 mengirim pesan --- isi pesan --- penerima pesan
pesan dalam seni adalah gagasan yang di ungkap dalam simbol, bunyi, gerak mimik yang dapat di terima orang lain umumnya isi pesan berupa aktifitas seni yang akan di apresiasi oleh penerima pesan.
c.       Media bermain: dengan bermain anak akan memperoleh kesenangan, dunia anak dinyatakan dalam dunia bermain. Dengan bermain anak akan memperoleh pengetahuan sekitar, dengan bermain pula minat dan motifasi anak akan meningkat.
d.      Media pengembangan dan bakat: bakat merupakan kemampuan dasar yang tidak di peroleh melalui latihan namun bakat tidak akan berkembang optimal jika lingkungan tidak memberi peluang berkembangnya bakat. Pada umumnya bakat anak dapat di lihat, kegiatan berolah seni dapat di tekankan untuk mengembangkan minta dan kreatifitas.


KONSEP PENDIDIKAN SENI di SEKOLAH DASAR
·         Konsep Pendidikan Seni di Sekolah Dasar

A.    Seni Sebagai Media Pendidikan
Kemampuan dasar anak yang dikembangakan melalui seni meliputi fisik, serap/ perseptual, pikir/intelektual, cipta/kreatifitas, emosi, sosial estetika.
-          Fisik: berkaitan kemampuan motorik anak , dengan aktifitas seni kemampuan in dapat di embangkan serta dapat mengkoordinasi kerja gerak motorik indera.
-          Serap: berkaitan dengan kemapuan mernerima masukan dari indera , menafsirkan dan merspon masukan tersebut. Kemampuan iniadalah dasar bagi anak untuk menangkap dan merespon guna meningkatkan emosi, imajinasi esteik untuk menumbuhkan gagasan yang baik.
-          Pikir: intelek tual, berkaitan dalam mengolah pengetahuan yang dimilikidan menunjukan keterkaitan diri dengan lingkungan  sehingga di upayakan anak dapat berpikir kritisdan meningkatkan pengamatan.kemampuan kritis ini merupakan dasar mengembangkan kesiapan anak.
-          Emosi: curahan perasaan secara bebas dan spontan sehingga mampu mengungkap jati diri dalam berkarya seni.
-          Kreatifitas: berpikir kreatif berkaitan dengan berpikir lancar, luwes, unik baru dan mampu menata unsur seni menjadi keseluruhan tatanan yang laras.
-          Sosial: berkitan dengan kemampuan kesadaran ada orang lain slain dirinya. Dalam hal ini kesadaran dapat mengolah sikap dan perasaan dalam berkomunikasi serta bekerjasama,menghargai pendapat orang lain, mengembangkan kepribadian.
-          Estetika: berkaitan dengan menatakarya yang selaras, cenderung pada kepekaan danperasaan akan nilai keindahan. Kegiatan estetis anak dapat di olah melalui kegiatan menyelaraskan warna  dengan berpikir kritis dan kreatif.
B.     Pendidikan Seni di Sekolah Dasar
Tujuan pendidikan seni di SD antara lain:
-          Meningkatkan motivasi anak untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi
-          Memperoleh dasar keterampilan, pengetahuan, teknologi yang bermanfaat
-          Mengolah emosi agar tercapai kematangan emosi guna kesiapan belajar
                        Melalui cara belajar aktif,motivasi anak akan meningkat untuk mencapai kemandirian serta pembentukan sikap belajar dalam diri anak. Berbagai perkembangan fisik-sensorik-motorik, emosional perseptual sosial dan kreatifitas berpengaruh dalam kemampuan menangkap materi pembelajaran. Berlajar sambil bermain bermain perlu di laksanakan ,dan yang di perlukan adalah guru yang menafsirkan, mengembangkan strategi belajar melalui bermain.
                        Pendidikan kesenian adalah segala usaha untuk meningkatkan kreatifitas anak didik dalam kegiatan estetika berdasarkan aturan-estetika tertentu sehingga mengembangkan cita rasa keindahan dalam mengolah dan menghargai seni. Melaluiseni juga anak akan di bina dan diolah kemampuan cipta rasa dan karsanya.
Fungsi utama pendidikan seni adalah mengembangkan rasa cita keindahan dan kemampuan menghargai seni (Departemen P&K,1993). Seni berkaitan erat dengan lingkungan dan budaya. Agar pendidikan seni dapat bermakna dan bermanfaatmaka bahan kajianperlu di kembangkan dari lingkungan alam dan budaya, dimana proses pembelajaran terpadu digunakan tema/ topik sebagai pusat minat siswa. Pusat minat inidijadikan dasar dalam pemilihan topik pada pembelajaran yang akan menjadi konsep. Pendidikan seni bisa di padukan dengan bidang sudi lain yang berfungsi sebagai pangkal pendukung.

                       


MODUL 2:
SENI RUPA DAN KARAKTERISTIK SENI RUPA ANAK

KONSEP SENI RUPA
·         Konsep Seni Rupa
            Cabang seni memiliki medium berbeda, seni merupakan kegiatan mental yang di sertaijasmani bukan sebaliknya yang menekankan gerak fisik. Menurut uraian Ki Hajar Dewantara dapat di jelaskan bahwa dalam diri seorang yang sedang berkarya terjadi proses cipta, rasa, karsa, karya dari penalaran ide, dan susunan kerja. Seni rupa dapat dinyatakan dalam media rupa/visual.. karya senipun sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi. Beberpa fungsi seni rupa bagi anak yaitu media ekspresi, komunikasi, bermain, pengembangan bakat dan pendidikan. Adapun aspek yang berkaitan dan tidak dapat terlepas yaitu aspek garap/operasional, aspek graphita/konseptual, aspek sintesis/tata. Jenis seni rupa/karya rupa ada 2 ialah senimurni dan seni terapan.seni murni diciptakan dengan tujuan sarana ekspresi, komunikasi dan rekreasi. Sedangkan seni terapan adalah karya rupa yang fungsional mencakup karya 2D/3D.
           
Karakteristik Seni Rupa
Hasil karya seni rupa sesungguhnya dipengaruhi dan ditentukan oleh pelaku seni sendiri yang meliputi perkembangan fisik, mental, kebutuhan dan kesenangan beserta lingkungan. Sebagai pendidik  tipologi anak didik sangat penting untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat.
Tipologi dibagi menjadi 3, antara lain visual, heptik dan campuran.
·         Tipologi visual: menonjol pada daya tanggap indrawinya, mengutamakankesamaan hasil rekaman objek mata. Tipe ini cenderung memperhatikan proposi dan perbandingan.
·         Tipologi heptik: leih mengutamakan suasana hati/ emosioanal yang merupakan reaksi terhadap objek.
Pada anak sebenrnya memiliki kemampuan mencoret sejak kecil, namun belum bisa dikatakan karya seni rupa karena kesadaran akan aktivitas berkarya yang kurang. Kegiatan mencoret akan mengkuti perkembangan motorik dan juga melatih gerak tangan dan jari.


KARAKTERISTIK SENI RUPA ANAK
            Relevansi, Karakteristik Seni Rupa Anak
Kenyataan menunjukkan perilaku seseorang selalu di warnai latar belakang, karena beragam dan corak pendidikan keluarga serta pengaruh lingkunganmaka perkembangan mental fisik anak akan berbeda.
Beberapa perkembangan fisik pada anak:
a)      Gerak, sesungguhnya perkembangan fisik anak dapat diserap lewat kreatifitas yang tampak pada kemampuan kerja , gerak/motor.
b)      Presepsi, kemampuan ini bertumpu pada alat indera, tidak jauh beda dengan perkembangan motoriknya.
c)      Mental, setiap kegitan selalu memerlukan keterpaduan antara kerja fisik dan mental.
d)     Emosi, perkembangan ini sulit di serap namun dapat di amati tahapanya. Melalui karya seni rupa kesempatan pengembangan emosi akan terpenuhi.
e)      Sosial, perkembangan sosila ini di mulai dari sifat egosentrisnya. Terwujud dari karya yang selalu menampilkan tentanfg dirinya yang kemudian mengarah pada eksplorasi
Perkembangan  berpikir menurut piaget di kelompokkan menjadi 3, antara lain:
        i.            Stadium pra-operasional:pola berpikirnya masih egosentris dan terpusat, berkarya sesuai pikiran, bergerak aktif dan dinamis serta karya seninya bersifat statis.
      ii.            Stadium operasional konkret: sifat egosentrisnya telah bergeser dan nampak realistis yang telah mendekati konsep visual yang masih subjektif.
    iii.            Stadium operasional formal: sifat berkarya masih natural, mampu menganalisis masalah yang dihadapi, tingkat berpikir abstrak dan teoritis,tindakanya terarah.

Perkembangan kepribadian
            Kepribadian merupakan keseluruhan tingkahlaku, jadi kemampuan anak dapat tercermin dari pola pikir, tingkah lakukepribadian.

Perkembangan rasa keindahan dan kreatifitas
            Umumnya karya seni sangat individual,tidak mengikut setakan pengamat. Rasa indah mncul akibatkreatifitas atau ciptaan seseorang yang harmonis/serasi dan menimbulkan rasa baru mendalam baik dari pencipta maupun dari segi pengamat.

KARAKTERISTIK SENI RUPA SEKOLAH DASAR
·         Karakteristik Seni Rupa Sekolah Dasar
kegiatan seni rupa yang dapat di terapkan disekolah secara ringkas dapat dibedakan menjadi;
-          Menggambar /melukis
-          Mencetak
-          3M (menggunting, menempel, melipat)
Bahan alat dan teknik krya seni rupa sekolah dasar terdiri dari bahan padat dan cair. Bahan cair contohnya: cat air, cat minyak, tinta, dll. Untuk bahan padat antara lain: tanah liat, bubur kertas, plastisin, adonan tepung,arang, kryaon, dll.



DAFTAR PUSTAKA
 “PENDIDIDKAN SENI RUPA/KERAJINAN TANGAN”_buku_universitas_terbuka_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar